Sunday, 24 March 2013

Makalah Pengaruh Media Tanam Tehadap Pertumbuhan Kacang Hijau


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Kacang hijau  atau Phaseolus Aureus berasal dari Famili Leguminoseae  adalah sejenis tanaman budi daya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Pertumbuhan adalah proses fisiologis yang ditandai dengan bertambahnya jumlah sel dan bertambahnya volume sel yang bersifat irreversible(tidak dapat mengecil kembali). Pada tumbuhan ber sel 1 terjadi penambahan besar sel, sedangkan pada tumbuhan multiselluler terjadi pembesaran sel maupun penambahan ukuran sel.
Perkembangan adalah proses pada tubuh untuk mencapai kedewasaan atau maturitas. Matuaritas tidak dapat diukur secara kuantitatif namun bisa dilihat dari cirri-cirinya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan ada 2; Faktor Eksternal dan Faktor internal.
Faktor Eksternal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari luar, meliputi: nutrisi, suhu, cahaya, air, kelembaban, media tanam,dll.
Faktor Internal adalah faktor dari dalam, meliputi: gen dan hormon.
Berdasarkan latar belakang tersebut kami ingin mengadakan penelitian mengenai pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan biji kacang hijau dengan membedakan media tanam pada masing-masing biji.

B.Rumusan Masalah
          Berdasarkan Latar belakang di atas,maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.  Adakah pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?
2.  Bagaimana pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau?


C.Batasan Masalah
          Kami mengamati pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau.

D.Hipotesis
          Hipotesis yaitu sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau pengutaraan pendapat (teori, proposisi, dan sebagainya) meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan. Atau dengan kata lain, hipotesis adalah anggapan dasar yang masih perlu dibuktikan. Dalam hal ini adalah dengan melakukan penelitian terhadap tumbuhan yang telah disediakan.
          Hipotesis dari penelitian ini adalah perbedaan media tanam memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembanagn tumbuhan kacang hijau.

E.Tujuan Penelitian
          Penelitian ini bertujuan untuk:
1.  Mengetahui adanya pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau.
2.  Mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuahan kacang hijau.

F.Manfaat Penelitian
1.    Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau;
2.    Sebagai sumber informasi dalam pengembangan teknologi pertanian;
3.    Sebagai media pembelajaran mengenai pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau bagi pembaca;
4.    Sebagai media tambahan untuk proses pembelajaran.

G.Variabel
·      Variabel kontrol yaitu variabel yang dibuat sama oleh peneliti. Dalam hal ini yang menjadi variabel kontrol yaitu kecambah kacang hijau, jumlah air.
·      Variabel bebas/variabel manipulatif yaitu variabel yang sengaja dibuat tidak sama oleh peneliti. Yang menjadi variabel bebas adalah jenis air yang diberikan pada kecambah kacang hijau.
·      Variabel terikat/variabel respon adalah variabel yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas. Yang menjadi variabel terikat adalah kecepatan tumbuh kecambah kacang hijau.

BAB II
LANDASAN TEORITIS
A.Teori Mengenai Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Kacang Hijau
Dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan Kacang Hijau ini, dasar teori yang digunakan adalah teori totipotensi yang ditulis oleh Schleiden dan Schwann yang menyatakan bahwa teori totipotensi adalah bagian tanaman yang hidup mempunyai totipotensi, kalau dibudidayakan di dalam media yang sesuai, akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang sempurna, artinya dapat bereproduksi, berkembang biak secara normal melalui biji atau spora.

B.Teori Mengenai Media Tanam
Dalam media tanam / tumbuh, tanah memiliki peran yang penting di bidang pertanian maupun perkebunan. Sifat fisik tanah dan terkandung dalam tanah yang menyebabkan tanah sering dipakai sebagai media tanam:
1.Profil tanah
Jika tanah digali sampai kedalaman tertentu, dari penampung vertikalnya dapat dilihat gradasi warna yang membentuk lapisan-lapisan (horison) atau biasa disebut profil tanah. Di tanah hutan yang dusah matang terdapat tiga horison penting yaitu horison A, B dan C.
·         Horison A atau top soil adalah lapisan tanah paling atas yang paling sering dan paling mudah dipengaruhi oleh faktor iklim dan faktor biologis. Pada lapisan ini sebagian besar bahan organik terkumpul dan mengalami pembusukan.
·         Horison B disebutkan juga dengan zona penumpukan ( illuvation zone ). Horizon ini memiliki bahan organik yang lebih sedikit tetapi lebih banyak mengandung unsur yang tercuci daripada horizon A.
·         Horizon C adalah zona yang terdiri dari batuan terlapuk yang merupakan bagian dari batuan induk.

2.Warna tanah
Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik. Semakin gelap warna semakin tinggi kandungan bahan organiknya. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organik rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). Didaerah yang mempunyai sistem darinase (serapan air) buruk, warna tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat didalam tanah berbentuk Fe 2+.

3.Tekstur tanah
Komponen mineral dalam tanah terdiri dari campuran partikel-partikel yang secara individu berbeda ukurannya. Menurut ukuran partikelnya, komponen mineral dalam tanah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
·         Pasir, berukuran 50 mikron – 2 mm
·         Debu, berukuran 2-50 mikron
·         Liat, berukuran dibawah 2 mikron
Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan, terutama jika pupuk diberikan lewat tanah, pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat, tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Disamping itu aplikasi pemupukan juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus karena akan segera hilang terbawa air atau menguap.
Sedangkan, kapas memiliki struktur kapas yang lembut, dan juga memiliki daya serap air yang rendah. Sehingga, media tanam dengan kapas dapat terjaga kelembabannya, dan juga memiliki persediaan air dalam jangka waktu yang lama.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.Jenis Penelitian
          Jenis penelitian yang kami gunakan adalah jenis penelitian eksperimen.

B.Populasi dan Sampel
          Populasi penelitian adalah pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau yang dipengaruhi oleh media tanamnya.  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 biji kacang hijau yang diletakkan pada:
·      Polybag A untuk media tanam berupa pupuk kandang;
·      Polybag B untuk media tanam berupa tanah biasa;
·      Polybag C untuk media tanam berupa tanah berpasir;
·      Polybag D untuk media tanam berupa kapas.
Polybag yang kami gunakan tiap sampelnya sama dan biji kacang hijau yang memiliki besar dan berat yang sama dengan pengukuran sebelum dan sesudah perendaman.

C.Waktu dan Tempat Penelitian
          Penelitian kami lakukan dari hari jum’at tanggal 21 Desember 2012 sampai dengan hari rabu tanggal 26 Desember 2012


D.Variabel dan Definisi Operasional Variabel
·      Variabel Kontrol dalam penelitian ini adalah polybag,kecambah atau tanaman kacang hijau,sinar matahari,jumlah tanaman,penyiraman,dll.Maka definisi operasional variabel kontrol adalah segala hal yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan kacang hijau yang diterima setiap tumbuhan dalam satuan atau kadar yang sama.
·      Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah media tanam untuk menanam tumbuhan kacang hijau.Maka definisi operasional variabel bebas adalah perbedaan media tanam untuk tumbuhan kacang hijau.
·      Variabel Terikat dalam penelitian ini adalah kecepatan tumbuh kecambah kacang hijau.Maka definisi operasional variabel terikat adalah pertambahan panjang kecambah kacang hijau yang diukur dari akar hingga pucuk dalam satuan sentimeter(cm) dan diukur setiap satu(1) hari sekali (sore hari).
E.Alat dan Bahan
·      Alat:
1.Polybag
2.Penggaris
3.Buku
4.Alat Tulis
·      Bahan:
1.12 Biji Kacang Hijau
2.Cahaya Matahari
3.Tanah
4.Air
5.Kapas
F.Cara Kerja
·      Rendam kacang hijau selama satu malam agar lebih cepat tumbuh.
·      Pilihlah kacang hijau yang akan ditanam (yang keadaanya sama).
·      Isi Keempat polybag dengan media tanam yang berbeda:Polybag A (Pupuk Kandang), Polybag B (Tanah Biasa), Polybag C (Tanah Berpasir, dan Polybag D (Kapas).
·      Masukkan masing-masing dua biji kacang hijau (dengan keadaan sama) ke tiap polybag yang memiliki media tanam berbeda tadi.
·      Letakkan Polybag tersebut pada lokasi yang sama,dan sirami dengan volume air yang sama pula (2 kali sehari).
·      Amati Pertumbuhannya setiap hari (satu kali sehari selama 6 hari)


BAB IV
HASIL PENELITIAN
A.Hasil Pengamatan
Hari ke
Pupuk kandang
Tanah biasa
Tanah berpasir
kapas
1
Mulai menanam
Mulai menanam
Mulai menanam
Mulai menanam
2
Muncul tunas
Muncul tunas
Muncul tunas
Muncul tunas
3
2 cm
2 cm
1,5 cm
2 cm
4
6 cm
5 cm
5 cm
5,5 cm
5
12 cm
11,5 cm
8,5 cm
9,5 cm
6
15 cm
13 cm
12,5 cm
12,5 cm


BAB V
PENUTUP
A.Kesimpulan
          Berdasarkan hasil penelitian,kami menyimpulkan bahwa media tanam berupa pupuk kandang merupakan media tanam terbaik dibandingkan tiga media tanam lainnya. Karena kacang hijau akan tumbuh lebih tinggi dan baik dengan media tanam berupa pupuk kandang.
B.Saran
          Dari kesimpulan yang telah dibahas, maka saran untuk pengembangan lebih lanjut adalah perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui jenis media tanam yang paling tepat untuk dapat menjadikan kecambah tumbuh lebih cepat dan baik.


0 comments:

Post a Comment