25 September 2012
24 September 2012
Sejarah Islam Nusantara
Sejarah Islam Nusantara
Muslim Indonesia punya sejarah
luar biasa. Sahabat Rasulullah, pernah pula langsung
berdakwah di Nusantara.
Melacak sejarah masuknya Islam ke
Indonesia bukanlah urusan mudah. Tak banyak jejak yang bisa dilacak. Ada
beberapa pertanyaan awal yang bisa diajukan untuk menelusuri kedatangan Islam
di Indonesia. Beberapa pertanyaan itu adalah, darimana Islam datang? Siapa yang
membawanya dan kapan kedatangannya?
Ada beberapa teori yang hingga
kini masih sering dibahas, baik oleh sarjana-sarjana Barat maupun kalangan
intelektual Islam sendiri. Setidaknya ada tiga teori yang menjelaskan
kedatangan Islam ke Timur Jauh termasuk ke Nusantara. Teori pertama diusung
oleh Snouck Hurgronje yang mengatakan Islam masuk ke Indonesia dari wilayah-wilayah
di anak benua India. Tempat-tempat seperti Gujarat, Bengali dan Malabar disebut
sebagai asal masuknya Islam di Nusantara.
Dalam L’arabie et les Indes
Neerlandaises, Snouck mengatakan teori tersebut didasarkan pada pengamatan
tidak terlihatnya peran dan nilai-nilai Arab yang ada dalam Islam pada masa-masa
awal, yakni pada abad ke-12 atau 13. Snouck juga mengatakan, teorinya didukung
dengan hubungan yang sudah terjalin lama antara wilayah Nusantara dengan daratan
India.
Sebetulnya, teori ini dimunculkan
pertama kali oleh Pijnappel, seorang sarjana dari Universitas Leiden. Namun,
nama Snouck Hurgronje yang paling besar memasarkan teori Gujarat ini. Salah
satu alasannya adalah, karena Snouck dipandang sebagai sosok yang mendalami
Islam. Teori ini diikuti dan dikembangkan oleh banyak sarjana Barat lainnya. Teori
kedua, adalah Teori Persia. Tanah Persia disebut-sebut sebagai tempat awal
Islam datang di Nusantara. Teori ini berdasarkan kesamaan budaya yang dimiliki
oleh beberapa kelompok masyarakat Islam dengan penduduk Persia. Misalnya saja
tentang peringatan 10 Muharam yang dijadikan sebagai hari peringatan wafatnya
Hasan dan Husein, cucu Rasulullah. Selain itu, di beberapa tempat di Sumatera
Barat ada pula tradisi Tabut, yang berarti keranda, juga untuk memperingati
Hasan dan Husein. Ada pula pendukung lain dari teori ini yakni beberapa serapan
bahasa yang diyakini datang dari Iran. Misalnya jabar dari zabar, jer dari
ze-er dan beberapa yang lainnya.
Teori ini menyakini Islam masuk
ke wilayah Nusantara pada abad ke-13. Dan wilayah pertama yang dijamah adalah
Samudera Pasai.
Kedua teori di atas mendatang
kritikan yang cukup signifikan dari teori ketiga, yakni Teori Arabia. Dalam
teori ini disebutkan, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia dating langsung dari
Makkah atau Madinah. Waktu kedatangannya pun bukan pada abad ke-12 atau 13,
melainkan pada awal abad ke-7. Artinya, menurut teori ini, Islam masuk ke Indonesia
pada awal abad hijriah, bahkan pada masa khulafaur rasyidin memerintah. Islam
sudah mulai ekspidesinya ke Nusantara ketika sahabat Abu Bakar, Umar bin Khattab,
Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib memegang kendali sebagai amirul mukminin.
Bahkan sumber-sumber literatur
Cina menyebutkan, menjelang seperempat abad ke-7, sudah berdiri perkampungan
Arab Muslim di pesisir pantai Sumatera. Di perkampunganperkampungan ini
diberitakan, orang-orang Arab bermukim dan menikah dengan penduduk lokal dan
membentuk komunitas-komunitas Muslim.
Dalam kitab sejarah Cina yang
berjudul Chiu T’hang Shu disebutkan pernah mendapat kunjungan diplomatik dari
orang-o-rang Ta Shih, sebutan untuk orang Arab, pada tahun tahun 651 Masehi
atau 31 Hijirah. Empat tahun kemudian, dinasti yang sama kedatangan duta yang
dikirim oleh Tan mi mo ni’. Tan mi mo ni’ adalah sebutan untuk Amirul Mukminin.
Dalam catatan tersebut, duta Tan
mi mo ni’ menyebutkan bahwa mereka telah mendirikan Daulah Islamiyah dan sudah
tiga kali berganti kepemimpinan. Artinya, duta Muslim tersebut datang pada masa
kepemimpinan Utsman bin Affan.
Biasanya, para pengembara Arab
ini tak hanya berlayar sampai di Cina saja, tapi juga terus enjelajah sampai di Timur Jauh, termasuk
Indonesia. Jauh sebelum penjelajah dari Eropa punya kemampuan mengarungi dunia,
terlebih dulu pelayar-pelayar dari Arab dan Timur Tengah sudah mampu melayari
rute dunia dengan intensitas yang cukup padat. Ini adalah rute pelayaran paling
panjang yang pernah ada sebelum abad 16.
Hal ini juga bisa dilacak dari
catatan para peziarah Budha Cina yang kerap kali menumpang kapal-kapal
ekspedisi milik orang-orang Arab sejak menjelang abad ke-7 untuk pergi ke
India. Bahkan pada era yang lebih belakangan, pengembara Arab yang masyhur,
Ibnu Bathutah mencatat perjalanannya ke beberapa wilayah Nusantara. Tapi sayangnya,
tak dijelaskan dalam catatan Ibnu Bathutah daerah-daerah mana saja yang pernah
ia kunjungi.
Kian tahun, kian bertambah
duta-duta dari Timur Tengah yang datang ke wilayah Nusantara. Pada masa Dinasti
Umayyah, ada sebanyak 17 duta Muslim yang datang ke Cina. Pada Dinasti Abbasiyah
dikirim 18 duta ke negeri Cina. Bahkan pada pertengahan abad ke-7 sudah berdiri
beberapa perkampungan Muslim di Kanfu atau Kanton.
Tentu saja, tak hanya ke negeri
Cina perjalanan dilakukan. Beberapa catatan menyebutkan duta-duta Muslim juga
mengunjungi Zabaj atau Sribuza atau yang lebih kita kenal dengan Kerajaan
Sriwijaya. Hal ini sangat bisa diterima karena zaman itu adalah masa-masa
keemasan Kerajaan Sriwijaya. Tidak ada satu ekspedisi yang akan menuju ke Cina
tanpa melawat terlebih dulu ke Sriwijaya.
Sebuah literatur kuno Arab yang
berjudul Aja’ib al Hind yang ditulis oleh Buzurg bin Shahriyar al Ramhurmuzi
pada tahun 1000 memberikan gambaran bahwa ada perkampungan-perkampungan Muslim
yang terbangun di wilayah Kerajaan Sriwijaya. Hubungan Sriwijaya dengan
kekhalifahan Islam di Timur Tengah terus berlanjut hingga di masa khalifah Umar
bin Abdul Azis. Ibn Abd Al Rabbih dalam karyanya Al Iqd al Farid yang dikutip
oleh Azyumardi Azra dalam bukunya Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan
Nusantara Abad XVII dan XVIII menyebutkan ada proses korespondensi yang
berlangsung antara raja Sriwijaya kala itu Sri Indravarman dengan khalifah yang
terkenal adil tersebut.
“Dari Raja di Raja [Malik al
Amlak] yang adalah keturunan seribu raja; yang istrinya juga cucu seribu raja;
yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang di wilayahnya
terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan
kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil; kepada Raja
Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan
kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak,
tetapi sekadar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang
yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang
hukum-hukumnya,” demikian antara lain bunyi surat Raja Sriwijaya Sri Indravarman
kepada Khalifah Umar bin Abdul Azis. Diperkirakan hubungan diplomatic antara
kedua pemimpin wilayah ini berlangsung pada tahun 100 hijriah atau 718 masehi.
Tak dapat diketahui apakah
selanjutnya Sri Indravarman memeluk Islam atau tidak. Tapi hubungan antara
Sriwijaya Dan pemerintahan Islam di Arab menjadi penanda babak baru Islam di
Indonesia. Jika awalnya Islam masuk memainkan peranan hubungan ekonomi dan
dagang, maka kini telah berkembang menjadi hubungan politik keagamaan. Dan pada
kurun waktu ini pula Islam mengawali kiprahnya memasuki kehidupan raja-raja dan
kekuasaan di wilayah-wilayah Nusantara.
Pada awal abad ke-12, Sriwijaya
mengalami masalah serius yang berakibat pada kemunduran kerajaan. Kemunduran
Sriwijaya ini pula yang berpengaruh pada perkembangan Islam di Nusantara.
Kemerosotan ekonomi ini pula yang membuat Sriwijaya menaikkan upeti kepada
kapal-kapal asing yang memasuki wilayahnya. Dan
hal ini mengubah arus perdagangan yang telah berperan dalam penyebaran
Islam.
Selain Sabaj atau Sribuza atau
juga Sriwijaya disebut-sebut telah dijamah oleh dakwah Islam, daerah-daerah
lain di Pulau Sumatera seperti Aceh dan Minangkabau menjadi lahan dakwah.
Bahkan di Minangkabau ada tambo yang mengisahkan tentang alam Minangkabau yang
tercipta dari Nur Muhammad. Ini adalah salah satu jejak Islam yang berakar
sejak mula masuk ke Nusantara.
Di saat-saat itulah, Islam telah
memainkan peran penting di ujung Pulau Sumatera. Kerajaan Samudera Pasai
menjadi kerajaan Islam pertama yang dikenal dalam sejarah. Namun ada pendapat
lain dari Prof. Ali Hasjmy dalam makalahnya pada Seminar Sejarah Masuk dan
Berkembangnya Islam di Aceh yang digelar pada tahun 1978. Menurut Ali Hasjmy,
kerajaan Islam pertama adalah Kerajaan Perlak.
Masih banyak perdebatan memang,
tentang hal ini. Tapi apapun, pada periode inilah Islam telah memegang peranan
yang signifikan dalam sebuah kekuasaan. Pada periode ini pula hubungan antara
Aceh dan kilafah Islam di Arab kian erat.
Selain pada pedagang, sebetulnya
Islam juga didakwahkan oleh para ulama yang memang berniat datang dan
mengajarkan ajaran tauhid. Tidak saja para ulama dan pedagang yang datang ke
Indonesia, tapi orang-orang Indonesia sendiri banyak pula yang hendak mendalami
Islam dan datang langsung ke sumbernya, di Makkah atau Madinah. Kapal-kapal dan
ekspedisi dari Aceh, terus berlayar menuju Timur Tengah pada awal abad ke-16.
Bahkan pada tahun 974 hijriah atau 1566 masehi dilaporkan, ada lima kapal dari
Kerajaan Asyi (Aceh) yang berlabuh di bandar pelabuhan Jeddah.
Ukhuwah yang erat antara Aceh dan
kekhalifahan Islam itu pula yang membuat Aceh mendapat sebutan Serambi Makkah.
Puncak hubungan baik antara Aceh dan pemerintahan Islam terjadi pada masa
Khalifah Utsmaniyah. Tidak saja dalam hubungan dagang dan keagamaan, tapi juga
hubungan politik dan militer telah dibangun pada masa ini. Hubungan ini pula
yang membuat angkatan perang Utsmani membantu mengusir Portugis dari pantai
Pasai yang dikuasai sejak tahun 1521. Bahkan, pada tahun-tahun sebelumnya
Portugis juga sempat digemparkan dengan kabar pemerintahan Utsmani yang akan
mengirim angkatan perangnya untuk membebaskan Kerajaan Islam Malaka dari
cengkeraman penjajah. Pemerintahan Utsmani juga pernah membantu mengusir Parangi
(Portugis) dari perairan yang akan dilalui Muslim Aceh yang hendak menunaikan ibadah
haji di tanah suci.
Selain di Pulau Sumatera, dakwah
Islam juga dilakukan dalam waktu yang bersamaan di Pulau Jawa. Prof. Hamka
dalam Sejarah Umat Islam mengungkapkan, pada tahun 674 sampai 675 masehi duta dari orang-orang Ta
Shih (Arab) untuk Cina yang tak lain adalah sahabat Rasulullah sendiri Muawiyah
bin Abu Sofyan, diam-diam meneruskan perjalanan hingga ke Pulau Jawa. Muawiyah
yang juga pendiri Daulat Umayyah ini menyamar sebagai pedagang dan menyelidiki
kondisi tanah Jawa kala itu. Ekspedisi ini mendatangi Kerajaan Kalingga dan
melakukan pengamatan. Maka, bisa dibilang Islam merambah tanah Jawa pada abad
awal perhitungan hijriah.
Jika demikian, maka tak heran
pula jika tanah Jawa menjadi kekuatan Islam yang cukup besar dengan Kerajaan
Giri, Demak, Pajang, Mataram, bahkan hingga Banten dan Cirebon. Proses dakwah
yang panjang, yang salah satunya dilakukan oleh Wali Songo atau Sembilan Wali
adalah rangkaian kerja sejak kegiatan observasi yang pernah dilakukan oleh
sahabat Muawiyah bin Abu Sofyan.
Peranan Wali Songo dalam
perjalanan Kerajaan-kerajaan Islam di Jawa sangatlah tidak bisa dipisahkan.
Jika boleh disebut, merekalah yang menyiapkan pondasi-pondasi yang kuat dimana
akan dibangun pemerintahan Islam yang berbentuk kerajaan. Kerajaan Islam di
tanah Jawa yang paling terkenal memang adalah Kerajaan Demak. Namun, keberadaan
Giri tak bisa dilepaskan dari sejarah kekuasaan Islam tanah Jawa.
Sebelum Demak berdiri, Raden Paku
yang berjuluk Sunan Giri atau yang nama aslinya Maulana Ainul Yaqin, telah
membangun wilayah tersendiri di daerah Giri, Gresik, Jawa Timur. Wilayah ini dibangun
menjadi sebuah kerajaan agama dan juga pusat pengkaderan dakwah. Dari wilayah
Giri ini pula dihasilkan pendakwah-pendakwah yang kelah dikirim ke Nusatenggara
dan wilayah Timur Indonesia lainnya.
Giri berkembang dan menjadi pusat
keagamaan di wilayah Jawa Timur. Bahkan, Buya Hamka menyebutkan, saking
besarnya pengaruh kekuatan agama yang dihasilkan Giri, Majapahit yang kala itu
menguasai Jawa tak punya kuasa untuk menghapus kekuatan Giri. Dalam
perjalanannya, setelah melemahnya Majapahit, berdirilah Kerajaan Demak. Lalu
bersambung dengan Pajang, kemudian jatuh ke Mataram.
Meski kerajaan dan kekuatan baru
Islam tumbuh, Giri tetap memainkan peranannya tersendiri. Sampai ketika Mataram
dianggap sudah tak lagi menjalankan ajaran-ajaran Islam pada pemerintahan
Sultan Agung, Giri pun mengambil sikap dan keputusan. Giri mendukung kekuatan
Bupati Surabaya untuk melakukan pemberontakan pada Mataram. Meski akhirnya
kekuatan Islam melemah saat kedatangan dan mengguritanya kekuasaan penjajah
Belanda, kerajaan dan tokoh-tokoh Islam tanah Jawa memberikan sumbangsih yang
besar pada perjuangan. Ajaran Islam yang salah satunya mengupas makna dan semangat
jihad telah menorehkan tinta emas dalam perjuangan Indonesia melawan penjajah.
Tak hanya di Jawa dan Sumatera, tapi di seluruh wilayah Nusantara.
Muslim Indonesia mengantongi
sejarah yang panjang dan besar. Sejarah itu pula yang mengantar kita saat ini
menjadi sebuah negeri Muslim terbesar di dunia. Sebuah sejarah gemilang yang
pernah diukir para pendahulu, tak selayaknya tenggelam begitu saja. Kembalikan
izzah Muslim Indonesia sebagai Muslim pejuang. Tegakkan kembali kebanggaan
Muslim Indonesia sebagai Muslim bijak, dalam dan sabar.
Kita adalah rangkaian mata rantai
dari generasi-generasi tangguh dan tahan uji. Maka sekali lagi, tekanan dari
luar, pengkhianatan dari dalam, dan kesepian dalam berjuang tak seharusnya
membuat kita lemah. Karena kita adalah orang-orang dengan sejarah besar. Karena
kita mempunyai tugas mengembalikan sejarah yang besar. Wallahu a’lam.n (Oleh
Herry Nurdi/Sabili)
Atmosfer
Atmosfer
A.
Pengertian
Atmosfer
Atmosfer berasal dari
bahasa Yunani "Atmos“ yang
berarti uap air atau gas dan "Sphaira“ yang
berarti selimut. Jadi Atmosfer
dapat
diartikan sebagi lapisan gas yang menyelimuti sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar
angkasa
dengan ketebalan kurang
lebih 1.000 km dari permukaan bumi dan bermassa 59 x 1014 ton . Di bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km
dari atas permukaan bumi. Atmosper mengikuti peputaran
bumi(rotasi) dan berevolusi mengelilingi matahari.
Pengukuran lapisan atmosfer antara permukaan bumi di ketinggian 30 km menggunakan radiosonde. Untuk
lapisan atmosfer antara ketinggian 30 km dan 90 km pengukuran dilakukan dengan
menggunakan roket, sedangkan di atas ketinggian 90 km menggunakan satelit.
Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer yang menekankan
pada lapisan udara yang menyelubungi bumi. Beberapa hal pokok yang dipelajari
dalam meteorologi di antaranya adalah angin, awan, cuaca, guntur, gejala
cahaya, endapan air di udara, serta suhu dan tekanan udara.
B.
Awal
Evolusi Atmosfer
Menurut
ahli geologi, pada mulanya atmosfer bumi mengandum CO2(karbon dioksida)
berkadar tinggi, maka temperatur permukaan bumi juga tinggi. Pada waktu itu
oksigen(O2) belum terbentuk sehingga belum ada lapisan ozon di stratosfer,
karena itu sinar ultra violet dari matahari
yang sampai ke permukaan bumi dengan intensitas radiasi yang sangat
kuat. Kondisi ini tidak mungkin adanya kehidupan, kecuali munkin ada
kehidupan pada perairan yang dalam
sehingga terhindar dari sinar ultra violet.
Sekitar 3,5 miliyar tahun yang lalu mulai adanya evolusi makhluk hidup yang berklorofil yang memungkinkan proses fotositensis. Karena fotositensis memerlukan CO2 maka kadar CO2 di atmosfer menjadi berkurang dan sebaliknya kadar O2 meningkat. Melalui proses itu terbentuklah lapisan ozon(O3).
Sekitar 3,5 miliyar tahun yang lalu mulai adanya evolusi makhluk hidup yang berklorofil yang memungkinkan proses fotositensis. Karena fotositensis memerlukan CO2 maka kadar CO2 di atmosfer menjadi berkurang dan sebaliknya kadar O2 meningkat. Melalui proses itu terbentuklah lapisan ozon(O3).
C.
Manfaat
Atmosfer
1. Melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultravioletdari matahari.
2. Mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan
malam.
3. Melindungi dari batu meteor-meteor yang hendak jatuh ke
Bumi,
dan benda luar angkasa lainnya.
4. Mendistribusikan air ke berbagai wilayah permukaan
bumi
5. Menyediakan okisgen dan karbon dioksida.
6. Wahana
komunikasi.
7. Sebagai pengubah cuaca dan iklim di bumi.
D.
Komposisi
Gas Atmosper
Macam –Macam Gas
|
Volume %
|
NITROGEN
|
78,08
|
OKSIGEN
|
20,95
|
ARGON
|
0.93
|
KARBONDIOKSIDA
|
0.034
|
NEON
|
0,0018
|
HELIUM
|
0,0005
|
OZON
|
0.00006
|
HIDROGEN
|
0.00005
|
KRYPTON
|
0.00011
|
METANA
|
0.00015
|
XENON
|
SANGAT KECIL
|
•
Oksigen (O2) sangat penting bagi
kehidupan, yaitu untuk mengubah zat makanan menjadi energi hidup. Oksigen dapat
bergabung dengan unsur kimia lain, seperti karbon yang terdapat pada arang,
minyak, kayu, atau bahan bakar lainnya yang di butuhkan untuk pembakaran.
Oksigen berasal dari hasil proses fotosintesis pada tumbuhan.
•
Karbon
dioksida (CO2) dihasilkan dari pembakaran bahan bakar, pernafasan manusia dan
hewan, kemudian di butuhkan oleh tanaman. Karbon dioksida menyebatkan efek rumah
kaca terhadap radiasi gelombang pendek
dan menyerap radiasi gelombang panjang. Dengan demikian kenaikan
konsentrasi CO2 di dalam atmosfer akan menyebatkan kenaikan suhu permukaan
bumi.
•
Nitrogen (N2) terdapat di udara dalam
jumlah paling banyak, yaitu meliputi 78 bagian. Nitrogen tidak langsung
bergabung dengan unsur lain, tetapi pada hakekatnya unsur ini adalah penting
karena nitrogen merupakan bagian dari senyawa organik.
•
Neon (Ne), argon (Ar), xenon (Xe), dan
kripton (Kr) disebut gas mulia, karena tidak mudah bergabung dengan unsur lain.
•
Helium (He) dan hidrogen (H2) sangat
jarang di udara kecuali pada paras yang
tinggi. Gas ini adalah yang paling ringan dan sering dipakai untuk mengisi
balon meterologi.
•
Ozon (O3) adalah gas yang sangat aktif
dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas ini terdapat terutama pada
ketinggian antara 20 dan 30 km. Ozon dapat menyerap radiasi ultra violet yang
menpunya energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.
•
Uap air (H2O) yang terdapat di atmosfer
sebagai hasil penguapan dari laut, danau, kolam, sungai, dan transpirasi
tanaman. Uap air sangat penting dalam proses cuaca atau iklim, karena dapar
berubah fase.
Perubahan fase air yang dapat mungkin terjadi:
E.
Lapisan
Atmosfer
Beberapa lapisan
atmosfer yang menyelubungi bumi, yaitu lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer,
termosfer, dan eksosfer.
1. Troposfer
Troposfer merupakan lapisan
terbawah dari atmosfer, yaitu pada ketinggian
0 - 10km di atas permukaan bumi. Tebal
lapisan troposfer rata-rata
± 10 km. Di daerah khatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar 16 km
dengan temperatur rata-rata 80°C. Di daerah sedang ketinggian lapisan troposfer
sekitar 11 km dengan temperatur rata-rata 54°C, sedangkan di daerah kutub
ketinggiannya sekitar 8 km dengan temperatur rata-rata 46°C. Pada lapisan ini tinggi rendahnya suatu tempat di
permukaan Bumi berpengaruh terhadap suhu udaranya. Hal ini mengikuti hukum
gradien geothermis, yaitu semakin tinggi (tiap kenaikan 1.000 meter) suatu
tempat di permukaan Bumi, temperatur udaranya akan turun rata-rata sekitar 6°C
di daerah sekitar khatulistiwa.
Perbedaan
ketebalan ini disebabkan oleh rotasi Bumi, akibatnya terjadi perbedaan kondisi
cuaca antara kutub dan khatulistiwa. Yang istimewa, lapisan ini menjadi tempat terjadinya
proses-proses cuaca, seperti awan, hujan, serta proses-proses pencemaran
lainnya.
Karena pada lapisan ini selain terjadi peristiwa-peristiwa seperti cuaca dan
iklim, juga terdapat kira-kira 80% dari seluruh massa gas yang terkandung dalam
atmosfer terdapat pada lapisan ini.
Di lapisan troposfer lebih banyak terdapat
uap air dan karbon dioksida dari pada di lapisan-lapisan lainnya. Keadaan ini
penting sekali karena dapat menghalangi sinar inframerah yang diradiasikan
kembali oleh tanah ynang terkena panas matahari. Pembatas antara lapisan troposfer dengan stratosfer disebut tropopause.
Cabang
yang mempelajari ciri-ciri lapisan atmosfer paling bawah ini disebat mikrometeorologi atau “
meteorologi mikro”.
2. Stratosfer
Lapisan ke
2 atmosfer adalah lapisan
stratosfer. Stratosfer terletak pada ketinggian antara 10 - 40
km dari permukaan bumi. Suhu
di lapisan stratosfer yang paling bawah (lapisan isotermis) relatif stabil dan sangat dingin yaitu - 70oF
atau sekitar - 57oC. Di lapisan ini tidak berlaku hukum
gradien geothermis karena semakin tinggi posisi di tempat ini, suhu akan
semakin naik.
Hal ini disebabkan kandungan uap air hampir tidak ada
dan adanya lapisan ozon. Pada
lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu.
Disini juga tempat
terbangnya pesawat yang menggunakan mesin jet. Hal ini
dimaksudkan untuk menghindari gangguan cuaca. Pada ketinggian sekitar 40 km Suhu pada lapisan ini
bisa mencapai sekitar 18oC.
Pada ketinggian 25 km terdapat lapisan ozon. Lapisan
ini berguna untuk menyerap radiasi ultra violet matahari sehingga menjadi
panas. Lapisan ozon menyerap 99% radiasi ultra violet sehingga hanya sedikit
yang sampai ke bumi. Keberadaan
ozon sekarang ini semakin menipis karena
adanya pencemaran
oleh zat kimia yang disebut klorofluorokarbon(CFC) yang dulu digunakan pada
kulkas dan aerosol. Kini banyak negara yang melarang penggunaan CFC. Di atas lapisan stratosfer
terdapat lapisan stratopause
yang merupakan lapisan pembatas antara stratosfer dan mesosfer,
dengan suhu udara sekitar 0°C.
3.
Mesosfer
Lapisan ketiga dari atmosfer adalah mesosfer.
Mesosfer terletak pada ketinggian antara
40 - 70 km dari permukaan bumi.
Susunan tidak sama seperti stratosfer. Kepadatan gas-gasnya sudah agak
berkurang. Mesosfer mempunyai suatu lapisan ion atau udara yang bermuatan
listrik yang disebut lapisan D yang terletak pada ke tinggian 50-70 km di atas
bumi. Hal ini di sebabkan oleh adanya sinar ultra violet pada molokul-molokul
udara yang bertemu dengan elektron atau muatan listrik negatif. Ozon juga
terdapat di mesosfer, yang terjadi kerena pengaruh ultra violet dan sinar-X
pada oksigen.
Pada
ketinggian 50 km suhu menjadi 0°C.
Suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, sampai
menjadi sekitar - 143oC di dekat bagian atas dari lapisan
ini, yaitu kurang lebih 81 km diatas permukaan bumi. Suhu serendah ini
memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es.
Lapisan ini merupakan lapisan
pelindung bumi dari jatuhan meteor atau benda-benda luar
angkasa lainnya. Lapisan
mesosfer terdapat lapisan mesopause yang merupakan lapisan peralihan
antara mesosfer dan termosfer.
4. Termosfer(ionosfer)
Termosfer terletak pada ketinggian antara 70-400 km
di permukaan bumi. Dinamai
termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini
yaitu sekitar 1982oC. Sedangkan mengapa
dinamai inosfer? Karena radiasi
ultra violet menyebabkan
reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik.
Lapisan ini mengandum ozon dan karbon dioksiad. Kepadatan termosfer sangat
rendah, kurang dari seperjuta kepadatan udara pada permukaan bumi. Namun,
meskipun tipis, udara di termosfer dapat membakar meteor pada ketinggian 300
km, jika sangat
besar dan tidak habis dilapisan udara ionosfer ini maka akan jatuh sampai kepermukaan Bumi yang
disebut Meteorit.
Hampir semua atom gas pada lapisan termosfer
mengandung muatan listrik atau terionisasi oleh radiasi matahari dan lain-lain.
Selanjutnya, muatan listik, tersebar di mana-mana semakin tinggi semakin banyak
jumlahnya. Terdapat 3 daerah bermuatan listrik yang terpisah yaitu:
1.
Lapisan E, yang terutama disebabkan oleh
sinar-X dari matahari terletak pada ketinggian 90-120 km di atas bumi. Lapisan
ini terdiri dari nitrogen dan oksigen.
2.
Lapisan F1 yang terletak di atas lapisan
E yang tingginya 150-300 km lebih, lapisan ini terkena sianar ulta violet dari
cahaya matahari. Atom-atom oksigen banyak terdapad di lapisan ini.
3.
Lapisan F2 terletak sama tinggi dengan
lapisan F1 yaitu 150-300 km, dan juga terkena sianar ulta violet, tetapi di
lapisan ini banyak mengandung ion nitrogen.
Lapisan termosfer ini sangat berguna bagi bidang
komunikasi. Lapisan ini memantulkan gelombang-gelombang radio ke bumi sehingga
di terima di seluruh dunia. Sebelum
munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang
radio jarak jauh. Selama berlangsungbya letusan matahari
atau badai matahari, ionisasi atmosfer terus berlangsung bahkan meningkat terus
sehingga gelombang-gelombang diserap, bukan di pantulkan lagi, dan terjadilah
pemutusan komunikasi.
Aurora, yang sering tampak pada ketinggian hampir 1.000 km, merupakan
pemandangan yang menakjubkan di langit bumi. Aurora seperti ini tampak sangat
jelas di kutub dan sekitarnya, terutama pada garis lintang 67o
utara
dan selatan. Bentuk aurora bermacam-macam. Aurora yang menakjubkan itu terjadi
di lapisan termosfer. Aurora mungkin pula disebabkan oleh radiasi matahari dan
hantaran ruang angkasa tehadap atom-atom atmosfer atas. Atom nirogen dan
oksigen yang merupakan sumber utama cahaya aurora itu. Ion-ion higdrogen dan
natrium juga termasuk di dalamnya. Fonomena lain yang terjadi di termosfer
ialah Pijar udara. Pijar udara adalah suatu cahaya redup yang disebabkan oleh
reaksi molokul di udara terhadap radiasi matahari ataupaun sumber-sumber
radiasi lain.
Ionosfer dibagi
menjadi tiga lapisan lagi, yaitu :
1.
Lapisan
Udara Terletak antara 80 – 150 km dengan rata-rata 100 km. Lapisan ini tempat
terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara
KENNELY dan HEAVISIDE dan mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suhu udara di sini berkisar – 70° C sampai +50° C .
2.
Lapisan
udara F Terletak antara 150 – 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara
APPLETON.
3.
Lapisan
udara atom Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya
lapisan ini antara 400 – 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari
matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200° C .
5. Eksosfer
Eksosfer terletak pada ketinggian antara 400 km atau
lebih dari permukaan bumi. Lapisan atmosfer ini yang merupakan batas terluar
membentang ke dalam angkasa dan menyatu dengan atmosfer dan radiasi matahari.
Gas di daerah ini amat sangat tipis. Hidrogen merupakan unsur penyusun paling
utama. Cahaya redup muncul di daerah lapisan ini. Dikenal sebagai cahaya
zodiakal dan gegenschein, cahaya redup ini sebenarnya adalah
refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik yang
tak terhitung jumlah nya dan bergelantung di dekat bumi. Lapisan ini merupakan
lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer sampai
ketinggian 3.150 km dari permukaan bumi.
Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.
Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.
Gambar-Gambar
di Atmosfer








































